Setia

Hamburan asmara menyirami relung jiwa
Benih cinta mekar dalam balutan kelopak bunga
Dalam hamparan ilalang yang merajut dunia

Cinta
Rasamu rasaku kini ada
Menyatu dalam ikatan setia
Saling mengerti dan percaya

Setia
Walau dalam ruang waktu berbeda
Kau dan aku satu rasa
Menjaga asmara cinta sejujurnya



Happy Anniversary

Apakah ini dinamakan cinta

Tak pernah kurasa
Perasaan seindah ini sebelumnya
Selamanya kan selalu kujaga
Senyum indah diwajahmu

Dua tahun berlalu
Perjalanan cinta berlalu dengan canda tawa
Sedih tangis bahagia
Semua kita lalui bersama

Walaupun 10 bidadari turun dihadapanku
Walaupun seratus artis mendatangiku
Walaupun seribu seribu wanita merayuku
Takkan membuat hatiku ragu



Aku yang Terbuang

Saat itu terlihat begitu indah kurasakan
Keromantisan bagai untaian permata
Yang terjalin laksana perhiasan
Menyilaukan menyejukkan tanpa cela

Sampai pada kejujuran yang terabaikan
Hingga kesetiaan yang terhempaskan

Dan semua terlihat begitu gelap
Tapi tak ada ketenangan
Hanya gelisah yang membeku
Entah harus berbuat apa



Happy Valentine My Dear

Sungguh ku bersimpuh
Mendekap rindu penuh salju
Hanya jalan bahagia yang kutempuh
Hanyut dalam pelangi biru

Hanya satu yang aku sayang
Hanya kamu yang selalu datang
Bersandar dalam hati yang tenang
Membelai jiwa mengukir kenang

Kasihku
Parasmu cantik kian melentik
Bersenandung indah dalam alunan berbisik



Lelah Tak Berujung

Aku hanya bisa mengaduh

Mengoyak tangis malam merindu pagi

Dimana kapal ini kan berlabuh

Hanya sebilah pilu menikam tangis

 

Dimana asa kan kutemukan

Hingga Aku lelah menyusuri harap

Seolah raga terhantam gelap

Ditemani hening tanpa kedamaian

 



Pintaku

Saat mataku layu tertunduk
Saat hati dan hampa teraduk
Sendu mengalir tanpa ragu
Menjadikan raga tersuntik beku

Dalam hati ku mengaduh
Bagai burung bersayap patah
Yang tak kuasa menahan keluh
Menunggu dunia berganti indah

Ya Allah..
Hanya kepadaMu aku bersimpuh
Menghantarkan air mata yang semakin keruh
Dengan hamparan ikhlas kedua tanganku
Mengadu mengikis resah dan gundah



Happy Saturday

Detik demi detik ku menanti
Menyusuri jalan panjang seolah tanpa tepi
Semakin mendekati pujaan hati
Ditemani sang rembulan dan mentari

Kutinggal segala sedih dan perih yang menghantui
Haru pilu tak lagi menyertai

Akankah hari-hari akan terus seperti ini?
Kebahagiaan datang tiada henti
Bagai nafas merasuki diri
Tak pernah lelah mengisi relung nadi



Cobaan Kan Berlalu

Lihatlah mentari itu

Memancarkan panas tiada henti

Lihatlah pepohonan itu

Tertiup kencang tanpa arah pasti

 

Karena pancaran mentari kita bisa melihat

Dan dengan sinarnya pulalah semuanya kering

Pun dengan tiupan angin kita bisa bernafas

Kehancuran tak luput dari topan yang datang



Aku Akan Kembali

Kala fajar mulai membuka pintu pagi

Menggantikan gulita yang kesuraman

Selembar angan yang kupintal dengan pelan

Dalam indahnya kabut pagi yang melambai

 

Saat itu

Aku Memelukmu dengan dekapan harmonis

Aku Menciummu dengan kecupan manis

Aku Membelaimu dengan belaian tipis



Memelukmu

Aku ingin memelukmu

Mengalahkan rengkuhan jarak yang tak mungkin kuraih

Membisikan padamu betapa aku mencintaimu

Mendekapmu, memuaskan dahaga pada keingintahuanku bagaimana aroma tubuhmu

 

Aku ingin memelukmu

Mendongakkan kepalaku dalam rengkuhanmu

Mematri setiap inci dari lekuk wajahmu

Menghentikan waktu yang akan mengganggu